Berkeringat dan Tangan Dingin? Bisa Jadi itu Gejala Fibrilasi Atrium

Menurut Alodokter, fibrilasi atrium merupakan gangguan irama jantung yang ditandai dengan denyut jantung tidak beraturan dan cepat. Penderita atrial fibrilasi atau fibrilasi atrium dapat merasakan gejala lemas, jantung berdebar, dan sesak napas.

Denyut jantung yang normal berkisar antara 60-100 kali per menit dengan irama yang teratur. Akan tetapi, kondisi pada penderita atrial fibrillation yaitu irama jantung menjadi tidak teratur dan bisa lebih dari 100 kali per menit.

Nah, sebagian individu dengan fibrilasi atrium tidak menunjukkan gejala yang khusus. Mereka kerap kali tidak mengetahui kondisi ini sampai akhirnya terdeteksi pada saat melakukan pemeriksaan fisik.

Pada pasien yang menunjukkan tanda-tanda, beberapa contoh gejala yang dapat timbul pada fibrilasi atrium adalah:

  1. Jantung berdebar-debar, yang ditandai dengan adanya sensasi tidak nyaman dan jantung berdegup di dada.
  2. Rasa lemah.
  3. Menurunnya kemampuan dalam berolahraga.
  4. Mudah lelah.
  5. Merasa pusing.
  6. Merasa bingung.
  7. Mengalami sesak napas.
  8. Terasa nyeri pada dada.
  9. Palpitasi.
  10. Presinkop atau sinkop.
  11. Berkeringat yang berlebihan.
  12. Tangan menjadi dingin.
  13. Merasa mual.
READ  Penyebab Fobia Sosial yang Mengganggu Aktivitas Sehari-hari!

Dilansir dari Halodoc bahwa fibrilasi atrium juga bisa menjadi penyebab gangguan hemodinamik, kardiomiopati yang diinduksi oleh takikardia, dan tromboembolisme sistemik. Penanganan awal dari pengidap dengan fibrilasi atrium yang baru pertama kali terdiagnosis harus berfokus pada stabilitas hemodinamik dari pengidap.

Gejala fibrilasi atrium ini bisa saja terjadi secara hilang timbul, menetap, atau bahkan permanen, dan setiap jenis gangguan membutuhkan penanganan yang beragam.

Diagnosis fibrilasi atrium

Setelah menanyakan gejala yang dialami dan riwayat penyakit pasien sebelumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara langsung. Saat melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa denyut nadi dan tekanan darah pasien, juga mendengarkan denyut jantung pasien melalui stetoskop.

READ  Apakah Anda Sering Mengalami Pingsan? Hati-Hati itu Gejala ventrikel fibrilasi. Segera Konsultasikan ke Dokter

Berikut ini adalah pemeriksaan  penunjang  yang dilakukan oleh dokter Untuk memastikan apakah pasien menderita atrial fibrilasi.

  1. Elektrokardiogram atau biasa disingkat EKG, hal ini bertujuan untuk melihat aktivitas listrik jantung yang menjadi tidak teratur pada pasien yang menderita penyakit fibrilasi atrium. Pemeriksaan EKG ini menggunakan elektroda atau sensor yang diletakkan di dada, lengan, serta kaki. Pemeriksaan EKG merupakan ini pemeriksaan utama dalam melakukan diagnosis fibrilasi atrium.
  2. Holter monitor, yaitu EKG portabel yang bisa merekam aktivitas listrik jantung selama 24 jam atau bahkan lebih.
  3. EKG treadmill, yaitu tes di mana pasien diminta untuk berjalan di alat berlari atau treadmill dengan tanjakan dan kecepatan pengaturan disesuaikan. Nah, pasien ini terhubung ke EKG untuk memantau tingkat tekanan yang dapat ditangani oleh jantung.
  4. Foto Rontgen dada, hal ini dilakukan untuk melihat kondisi jantung dan paru-paru secara visual.
  5. Echo jantung, hal ini bertujuan untuk memeriksa bentuk dan fungsi jantung secara lebih detail.
  6. Tes darah, dilakukan guna memeriksa kadar kolesterol pasien yang sering kali meningkat pada seseorang yang menderita penyakit jantung.
  7. Ekokardiogram. Nah, pemeriksaan kali ini menggunakan gelombang suara untuk mendapatkan pencitraan bentuk jantung.
READ  Gejala pada penderita cutaneous larva migrans

Fibilasi atrium ini dapat digolongkan menjadi tiga jenis.

  1. Jika gejala berlangsung selama hanya beberapa menit saja serta timbul dan hilang di siang hari, maka dianggap fibrilasi atrium sesekali yang disebut paroksisimal.
  2. Jika ritme tidak dapat dikembalikan tanpa jenis perantara atau biasanya gejala ini berlangsung selama 7 hari atau lebih, kondisi ini kemudian dianggap persisten.
  3. Jika obat-obatan dan perawatan lainnya lebih bertahan lama, fibrilasi atrium bisa saja bersifat permanen yang ditandai dengan sulitnya mengembalikan irama menjadi normal.

Sumber : Hellosehat.com