Diseksi Aorta adalah Kondisi Serius? Cek Informasinya Berikut

 

Mungkin Anda belum familiar dengan istilah diseksi aorta. Kondisi ini memang tergolong serius dan merupakan gangguan kesehatan yang kompleks. Karena seriusnya kondisi ini, Anda perlu waspada terhadap gejala dan faktor risiko yang memicunya. Para lansia yang punya riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah pihak yang paling berisiko mengalami kondisi ini.

Apa Itu Diseksi Aorta?

Diseksi aorta adalah suatu kondisi serius berupa robeknya lapisan di dalam pembuluh darah aorta. Darah akan mengalir lewat robekan tersebut dan menyebabkan lapisan dalam juga tengah aorta mengalami pemisahan atau diseksi. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena menimbulkan beragam gejala dan bisa memicu aneka komplikasi.

Apabila terjadi pendarahan di lapisan dalam dan tengah aorta, maka bisa terjadi kerusakan di aorta. Selain itu, terdapat kemungkinan penurunan suplai darah ke organ-organ tubuh atau disebut iskemia.

READ  Berkeringat dan Tangan Dingin? Bisa Jadi itu Gejala Fibrilasi Atrium

Apa Sajakah Gejala Diseksi Aorta?

Setiap gangguan kesehatan pasti mempunyai gejala yang menyertainya. Gejala ini bisa menjadi tanda dari suatu penyakit yang sedang diderita seseorang. Meskipun mirip dengan penyakit jantung, tetap terdapat gejala yang bisa dikenali. Beberapa gejala diseksi aorta adalah tiba-tiba dada terasa sakit, sesak napas, mengalami keringat dingin, sampai hilang kesadaran.

Tak hanya itu, terdapat gejala diseksi aorta lainnya yang bisa dialami penderitanya yaitu merasa gelisah, linglung, tubuh terasa lemah sampai tidak mampu menggerakkan anggota tubuh, sulit berbicara, dan denyut nadi lebih lemah pada satu sisi tangan. Beragam gejala tambahan ini perlu dipahami agar bisa membantu Anda untuk menyadari kondisi tubuh jika mengalaminya.

Upaya Menghindari Diseksi Aorta

Robeknya dinding aorta atau diseksi aorta adalah kondisi yang sangat berbahaya dan sangat perlu diwaspadai. Jika Anda mempunyai salah satu tanda atau gejala di atas atau mengalami sakit dada yang berat, pingsan, atau napas pendekyang terjadi secara tiba-tiba, segeralah konsultasikan dengan dokter atau layanan medis terdekat. Pemeriksaan medis sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi secara akurat plus dapat memberikan tindakan medis yang tepat.

READ  Cara Menjaga Kesehatan Mata agar Tetap Berfungsi Normal

Langkah pemeriksaan diagnosis diseksi aorta adalah terdiri atas berbagai tes. Dokter akan mendeteksi penyakit ini berdasarkan riwayat kesehatan dan pemeriksaan medis pasien, di antaranya adalah computed tomography (CT), MRI, atau Transesophageal echocardiography. Pada tes MRI, dokter menggunakan medan lahan magnetis untuk melihat keseluruhan kondisi aorta. Pada tes transesophageal echocardiography, dokter menempatkan alat pemeriksa di mulut sampai kerongkongan untuk memperoleh penglihatan dari aorta.

Pengobatan yang dilakukan oleh dokter untuk menangani robeknya dinding aorta ini disesuaikan dengan lokasi robekannya. Berdasarkan hal tersebut, terdapat dua tipe pengobatan yaitu tipe A dan tipe B. Tipe A umumnya lebih berbahaya dibandingkan tipe B, sehingga memerlukan operasi secepatnya. Tipe B cenderung lebih mudah dalam penanganannya dan bisa diobati dengan mengonsumsi obat-obatan. Dikutip dari hellosehat.com, obat-obatan yang diberikan adalah obat penghilang rasa sakit dan penurun tekanan darah. Kedua jenis obat ini sangat membantu.

READ  Penyebab Fobia Sosial yang Mengganggu Aktivitas Sehari-hari!

Selain pengobatan medis tersebut, diseksi aorta adalah kondisi serius yang perlu pengobatan di rumah. Perawatan yang benar dengan penerapan gaya hidup sehat akan efektif mengembalikan kondisi aorta lebih baik. Kondisinya akan lebih cepat sembuh dan berfungsi normal kembali. Penderita dianjurkan untuk diet rendah garam, berolahraga, dan mengurangi berat badan agar berada dalam batas normal. Hindari juga kebiasaan merokok yang akan memperparah kondisi tubuh.

 

Sumber Artikel:

www.alodokter.com

hellosehat.com

 

Sumber Gambar:

hellosehat.com

www.wajibbaca.com