Gejala pada penderita cutaneous larva migrans

Cutaneous larva migrans merupakan peradangan pada kulit yang bentuknya meliuk-liuk dan dapat sering di jumpai kulitnya kasar dan timbul, penyebabnya karena adanya cacing tambang yang dapat ditemukan pada binatang seperti: kucing, anjing, domba, kuda, dan binatang lainnya. Untuk orang yang tidak mengetahui tentang apa yang di derita dapat tertular dengan cacing parasit saat berjalan tanpa menggunakan alas kaki di bagian yang sudah bercampur tinja binatang yang biasa pada tempat-tempat umum seperti halnya taman atau bahkan pantai. Pada parasit yang suda menempel pada kulit dapat pula ada pada benda yang lembab. Seseorang yang sudah terinfeksi Cutaneous larva migrans. Di bagian tempat cacing tersebut  akan ada kemunculan  garis atau benjolan panjang dengan bentuk meliuk tidak beraturan di area permukaan kulit. Setelah terjadinya garis dan benjolan biasanya pada kasus yang sudah terjadi sebelumnya adanya warna merah di permukaan kulit dan  ukuran cukup bervariasi. Adanya benjolan pada permukaan kutit akan terus bertambah panjang sekitar beberapa sentimeter setiap harinya, seiring perjalanan cacing parasit di bagian kulit yang sudah terinfeksi. Terjadinya infeksi yang menyebar pada area kaki, sela-sela jari kaki, tangan, lutut, dan bokong lama kelamaan akan  terasa gatal. Pada umumnya akan bertambah parah saat malam hari dan jika keadaan berlanjut maka akan memperburuk kondisi tubuh karena parasit dapat masuk tertelan juga.

READ  Apakah Anda Sering Mengalami Pingsan? Hati-Hati itu Gejala ventrikel fibrilasi. Segera Konsultasikan ke Dokter

Gejala

Adanya gejala cacing parasit pada kulit umumnya juga ada rasa gatal dan panas di bagian larva masuk pada permukaan kulit. Jika  tidak parah maka hampir tidak terlihat gejalanya tetapi apabila parah akan ada rasa gatal dan semakin bertambah jika sudah di malam hari, apabila digaruk dapat menimbulkan infeksi sekunder pada jaringan kulit. Tidak semua penderita  menemui gejala, apabila keadaan yang biasa dialami tergolong ringan dan apabila infeksi  cukup parah, penderita bisa merasakan gejalanya seperti gatal, geli yang disertai tusukan dalam 30 menit pertama, setelah terjadinya terkontaminasi. Perubahan yang terjadi pada kulit akan adanya perubahan kulit yang muncul kemerah-merahan,  dan ada benjolan padat pada kulit hingga pada kuli xi daerah permukaannya kasar yang dapat menyerupai kulit dengan sisik ular dengan panjang sekitar 2-3 mm setelah beberapa jam kemudian. Adanya kulit dengan permukaan kasar  jika tidak di obati keadaannya akan memburuk dan dalam kondisi ini mulai melebar dari 2 mm hingga 2 cm per hari, tergantung dari jenis parasit yang ada dalam tubuh. Dalam kasus Cutaneous larva migrans parasit dapat masuk pada paru-paru manusia melalui pembuluh darah dan dapat berpindah dari mulut hingga dapat tertelan ke usus kecil. Apabila parasit  berkembang, akan mengakibatkan terjadinya anemia, batuk, pneumonia, dan gejala lain yang membahayakan.

READ  Cara Menjaga Kesehatan Mata agar Tetap Berfungsi Normal

Penyebaran parasit cacing dapat tersebar dimana saja khususnya anak-anak yang mengalami resiko Cutaneous larva migrans, antara lain:

  1. Petani, adanya aktifitas terkena cukup besar karena berada di lumpur persawahan yang terdapat tumbuhannya pula telur larva dapat menetas di daerah tersebut dan ketika tidak disadari langsung masuk ke dalam permukaan kulit sehingga dapat terinfeksi
  2. Tukang kebun, adanya cacing parasit yang hidup dalam telur tinja binatang dan bisa mengendap saat penetasan terjadi ini akan menimbulkan cacing parasit berkeliaran dan juga dapat menembus ke kulit dan dapat tertelan juga menempel ke usus kecil pada tubuh manusia.
  3. Pembasmi hama dan pemburu hewan liar, ketika cacing parasit berkeliaran dan adanya pemburuan liar itu oula menjadi penyebab tersebarnya Cutaneous larva migranst.
  4. Tukang listrik dan tukang kayu, lada pematuk yang di pahatkan lewat dahan-dahan kemungkinan cacing parasit hidup di tempat tersebut karena pada tempat lembab larva hidup
  5. Orang yang pergi ke pantai tanpa pakai alas kaki sehingga larva dapat berkeliaran dan masuk pada permukaan kulit.
READ  Faktor Risiko, Cara Mengobati Diseksi Aorta, dan Upaya Pencegahannya

 

Referensi:

alodokter.com

halodoc.com

 

Referensi gambar:

bharian.com.my